Banyak orang mengganti router karena Wi-Fi tidak sampai ke kamar belakang, lalu mendapati router baru bermasalah di tempat yang sama. Penyebabnya bukan perangkatnya, melainkan posisinya.
Sinyal Wi-Fi adalah gelombang radio berdaya rendah. Ada batas fisik yang tidak bisa dilampaui perangkat semahal apa pun, dan sebagian besar batas itu ditentukan oleh apa yang berdiri di antara router dan perangkat Anda.
Bahan yang menghalangi, diurutkan
Tidak semua penghalang setara. Berikut perkiraan pelemahan untuk 5 GHz, yang lebih sensitif daripada 2,4 GHz:
| Penghalang | Pelemahan | Catatan |
|---|---|---|
| Kaca biasa | Ringan | Hampir tidak terasa |
| Dinding gipsum | Ringan | Aman dilewati |
| Pintu kayu | Ringan–sedang | Bergantung ketebalan |
| Tembok bata | Sedang | Satu tembok masih tertembus |
| Beton bertulang | Berat | Besi di dalamnya memantulkan sinyal |
| Cermin besar | Berat | Lapisan logam memantulkan hampir seluruhnya |
| Akuarium atau tangki air | Berat | Air menyerap gelombang 2,4 GHz |
| Lemari besi, kulkas | Sangat berat | Praktis menutup arah itu |
Dua hal yang sering mengejutkan: cermin dan akuarium. Keduanya terlihat tidak berbahaya tapi menghalangi lebih dari tembok bata.
Menempatkan yang baik
Setinggi dada, bukan di lantai
Sinyal memancar sedikit ke bawah dari antena. Router di lantai membuat sebagian besar pancarannya diserap lantai dan perabot. Ketinggian satu sampai satu setengah meter memberi hasil yang jauh lebih baik.
Terbuka, bukan di dalam lemari
Selain meredam sinyal, ruang tertutup menahan panas. Router yang panas akan menurunkan kecepatan prosesornya, dan pada sebagian model menyebabkan koneksi terputus berkala.
Jauh dari logam besar dan sumber gangguan
Beri jarak setidaknya satu meter dari kulkas, oven microwave, lemari arsip logam, dan televisi berukuran besar.
Sedekat mungkin ke pusat area yang dipakai
Bukan pusat geometris rumah, melainkan pusat tempat orang benar-benar memakai internet. Kalau ruang kerja dan ruang keluarga ada di sisi utara, router di sisi utara lebih masuk akal meski secara denah itu tidak di tengah.
Soal arah antena
Antena router memancar tegak lurus terhadap batangnya, membentuk pola seperti donat. Antena yang berdiri tegak menyebarkan sinyal ke samping — bagus untuk satu lantai, kurang untuk lantai atas.
Untuk rumah dua lantai dengan router bertiga antena, susunan yang umum dipakai: satu tegak, satu miring 45 derajat, satu mendatar. Dengan begitu ada pancaran ke berbagai arah.
Router dengan antena internal tidak memberi pilihan ini. Sebagai gantinya, orientasi perangkat itu sendiri berpengaruh — sebagian model dirancang untuk berdiri, sebagian untuk berbaring, dan mengikuti rancangannya memberi hasil terbaik.
Saran yang sebenarnya tidak berdasar
Membungkus antena dengan kaleng minuman
Memantulkan sinyal ke satu arah memang secara teori memperkuat arah itu. Praktiknya, bentuk kaleng jauh dari geometri reflektor yang benar, dan Wi-Fi butuh komunikasi dua arah. Hasilnya biasanya lebih buruk, bukan lebih baik.
Menaruh router dekat jendela agar "sinyal lebih lega"
Ini justru membuang sebagian pancaran ke luar rumah. Kalau tujuannya menjangkau teras, masuk akal. Kalau tujuannya menjangkau seluruh rumah, posisi ini merugikan.
Mengganti antena bawaan dengan antena bergain tinggi
Antena bergain tinggi tidak menciptakan daya baru; ia memipihkan pola pancaran menjadi lebih lebar tapi lebih tipis. Untuk rumah bertingkat, ini justru mengurangi jangkauan ke lantai lain.
Router mahal pasti berjangkauan lebih luas
Daya pancar dibatasi regulasi dan hampir semua router beroperasi di batas yang sama. Yang membedakan router mahal adalah kemampuan menangani banyak perangkat sekaligus dan kualitas penerimaannya, bukan jarak tempuh sinyalnya. Pertimbangan memilihnya ada di panduan memilih router.
Mengukur, bukan menebak
Cara paling murah untuk mengetahui titik lemah adalah berjalan keliling rumah sambil mencatat.
- Pasang aplikasi analisis Wi-Fi di ponsel Android, atau buka menu diagnostik Wi-Fi di macOS.
- Buat denah kasar rumah di kertas.
- Berdiri di tengah tiap ruangan, tunggu sepuluh detik, catat nilai RSSI.
- Tandai ruangan dengan nilai di bawah -70 dBm.
Hasilnya biasanya menunjukkan pola yang jelas: satu tembok tertentu yang memotong sinyal, atau satu sudut rumah yang selalu buruk terlepas dari posisi router.
Setelah itu barulah keputusan berikutnya bisa diambil dengan dasar — memindahkan router, menarik kabel LAN ke titik kedua, atau memasang sistem mesh. Perbandingannya ada di panduan mesh, repeater, dan access point.
Kalau posisi ideal tidak memungkinkan
Di banyak rumah, kabel dari penyedia masuk di satu sudut dan tidak bisa dipindahkan tanpa biaya. Beberapa jalan keluar, diurutkan dari yang paling baik hasilnya:
| Cara | Hasil | Kesulitan |
|---|---|---|
| Tarik kabel LAN ke titik tengah, pasang access point | Terbaik | Perlu instalasi kabel |
| Sistem mesh dengan sambungan kabel antar-unit | Sangat baik | Perlu kabel + biaya |
| Sistem mesh nirkabel | Baik | Mudah |
| Repeater | Cukup | Paling mudah, kecepatan turun separuh |
Kabel selalu memberi hasil terbaik. Kalau memungkinkan menarik satu kabel LAN saja ke titik tengah rumah, itu investasi yang jauh lebih menentukan daripada mengganti router.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah router harus diletakkan di tengah rumah?
Idealnya ya, karena sinyal memancar ke segala arah. Tapi ini sering berbenturan dengan posisi titik masuk kabel dari penyedia. Bila memindahkannya sulit, menambah satu access point di sisi yang jauh biasanya lebih praktis daripada memaksa memindah router.
Antena router sebaiknya diarahkan ke mana?
Antena memancar tegak lurus terhadap batangnya, jadi antena vertikal menyebar ke samping. Untuk rumah satu lantai, semua antena tegak sudah tepat. Untuk dua lantai, arahkan satu antena mendatar agar ada pancaran ke atas dan bawah.
Apakah menaruh router di dalam lemari benar-benar berpengaruh?
Ya, dua kali. Pintu kayu meredam sinyal, dan ruang tertutup membuat router lebih panas sehingga kinerjanya turun. Bila alasannya estetika, rak terbuka jauh lebih baik daripada lemari berpintu.
Berapa jarak maksimal Wi-Fi di dalam rumah?
Tanpa penghalang, 5 GHz masih terpakai sampai sekitar 15 meter dan 2,4 GHz sampai sekitar 30 meter. Angka ini turun drastis dengan tembok. Dua tembok beton sudah cukup membuat 5 GHz tidak terpakai.