Kabel LAN memberi hasil terbaik, dan itu tidak berubah. Tapi tidak semua rumah bisa ditarik kabel: kontrakan yang tidak boleh dibor, rumah dengan plafon tertutup rapat, atau lantai atas yang jalurnya sudah tertutup keramik.

Untuk situasi itu ada beberapa jalan tengah. Masing-masing punya kompromi yang perlu diketahui sebelum membeli.

Powerline: data lewat kabel listrik

Cara kerjanya: satu adapter dicolok di dekat router dan dihubungkan dengan kabel LAN pendek. Adapter kedua dicolok di ruangan tujuan. Data dikirim lewat instalasi listrik rumah sebagai sinyal frekuensi tinggi yang menumpang pada arus listrik.

Kapan bekerja baik

  • Kedua colokan berada pada jalur MCB yang sama
  • Instalasi listrik relatif baru dan rapi
  • Jarak antar-colokan di bawah 50 meter mengikuti jalur kabel, bukan garis lurus

Kapan mengecewakan

  • Rumah lama dengan sambungan kabel yang banyak
  • Kedua titik berada di jalur MCB berbeda — sinyal harus melompati panel, dan sering gagal
  • Dicolok ke terminal listrik bercabang, bukan langsung ke stopkontak dinding
  • Ada perangkat berdaya besar di jalur yang sama, seperti pompa air atau AC

Jangan colok ke terminal atau stabilizer. Penstabil tegangan dan sebagian terminal berpenapis justru menyaring sinyal powerline. Adapter harus masuk langsung ke stopkontak dinding.

Soal angka di kemasan

Kemasan menulis 600, 1000, atau 1200 Mbps. Itu penjumlahan kapasitas teoretis semua jalur pada kondisi laboratorium. Di rumah biasa, hasil yang wajar adalah 60–200 Mbps.

Masih cukup untuk streaming 4K dan bekerja. Tapi kalau Anda membeli berdasarkan angka 1200 dan mengharapkan setengahnya, kekecewaan hampir pasti.

MoCA: data lewat kabel antena TV

Kalau rumah Anda punya jaringan kabel koaksial untuk TV kabel atau antena parabola, MoCA memakainya untuk membawa data. Prinsipnya mirip powerline, tapi mediumnya jauh lebih baik — kabel koaksial memang dirancang untuk sinyal frekuensi tinggi.

Hasilnya jauh lebih stabil: 300–900 Mbps adalah hal biasa, dengan latensi yang mendekati kabel LAN.

Kendalanya di Indonesia adalah ketersediaan. Perangkat MoCA tidak umum dijual, dan tidak semua rumah punya instalasi koaksial yang memadai. Bila rumah Anda kebetulan punya jalur koaksial ke tiap ruangan, ini pilihan yang layak dicari.

Mesh nirkabel

Sistem mesh memakai beberapa unit yang saling berbicara lewat udara. Satu unit terhubung ke router, sisanya memperluas jangkauan.

Kelebihannya: pemasangan paling mudah, satu nama jaringan, perpindahan antar-unit berlangsung mulus.

Kekurangannya: setiap lompatan nirkabel memangkas kapasitas. Unit kedua yang menerima dan meneruskan lewat radio yang sama akan kehilangan sekitar separuh kecepatan. Sistem tri-band mengurangi ini dengan menyediakan radio khusus untuk komunikasi antar-unit.

Perbandingan lengkapnya ada di panduan mesh, repeater, dan access point.

Perbandingan singkat

CaraKecepatan nyataKestabilanKesulitan pasang
Kabel LANSesuai portTerbaikPerlu instalasi
MoCA300–900 MbpsSangat baikPerlu jalur koaksial
Mesh tri-band150–400 MbpsBaikMudah
Powerline60–200 MbpsBergantung instalasi listrikMudah
Mesh dual-band50–150 MbpsCukupMudah
RepeaterSeparuh dari sumberCukupPaling mudah

Memilih menurut kendala Anda

Lantai atas, tembok beton bertulang. Sinyal Wi-Fi paling sulit menembus lantai beton. Powerline sering menang di sini karena tidak bergantung pada rambatan udara.

Rumah memanjang, satu lantai, tembok bata biasa. Mesh biasanya cukup dan lebih mudah dipasang.

Kontrakan yang tidak boleh dibor. Powerline atau mesh. Keduanya bisa dibawa pindah saat kontrak berakhir.

Butuh latensi rendah untuk game. Kabel LAN, atau MoCA bila tersedia. Powerline dan mesh menambah jitter yang terasa saat bermain.

Menggabungkan keduanya

Pendekatan yang sering memberi hasil terbaik: pakai powerline sebagai jalur data ke lantai atas, lalu pasang access point di ujungnya.

Dengan cara ini, lompatan nirkabel hanya terjadi sekali — dari access point ke perangkat. Perjalanan dari router ke lantai atas melewati kabel listrik, bukan udara. Hasilnya lebih stabil daripada mesh nirkabel murni pada rumah bertembok tebal.

Sebagian adapter powerline sudah menyertakan Wi-Fi di unit keduanya, jadi tidak perlu membeli access point terpisah.

Sebelum membeli

Powerline adalah salah satu perangkat jaringan yang hasilnya paling sulit diprediksi. Dua rumah dengan luas sama bisa memberi hasil yang berbeda jauh, dan tidak ada cara mengetahuinya selain mencoba.

Karena itu satu saran praktis: beli dari tempat yang menerima pengembalian. Uji dalam beberapa hari pertama dengan menyalin berkas besar dan menjalankan uji kecepatan dari ruangan tujuan. Kalau hasilnya di bawah 50 Mbps, kemungkinan instalasi listrik rumah Anda memang tidak cocok, dan tidak ada merek yang akan memperbaikinya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah powerline bekerja di semua rumah?

Tidak. Hasilnya sangat bergantung pada instalasi listrik. Bila kedua colokan berada pada jalur MCB yang berbeda, kecepatannya bisa turun drastis atau tidak tersambung sama sekali. Beli dari penjual yang menerima pengembalian bila tidak cocok.

Berapa kecepatan nyata powerline?

Angka di kemasan seperti 1200 Mbps adalah total teoretis semua jalur. Kecepatan nyata di rumah biasa umumnya 60–200 Mbps. Itu masih memadai untuk streaming dan kerja, tapi jauh di bawah janji kemasannya.

Apakah powerline mengganggu perangkat lain?

Powerline memancarkan sinyal di frekuensi radio lewat kabel listrik, dan pada sebagian kasus mengganggu penerima radio gelombang pendek. Untuk perangkat rumah tangga biasa, gangguannya tidak terasa.

Lebih baik powerline atau mesh Wi-Fi?

Bila hambatannya tembok tebal atau jarak antar-lantai, powerline sering lebih andal karena tidak melewati udara. Bila rumah relatif terbuka dan hambatannya hanya jarak, mesh biasanya lebih baik dan lebih mudah dipasang.