Ikon Wi-Fi menunjukkan tiga batang penuh, tapi halaman web tetap lama terbuka. Kombinasi ini membingungkan karena kita terbiasa membaca batang sinyal sebagai ukuran kecepatan.

Sebenarnya bukan. Batang sinyal hanya menunjukkan seberapa jelas perangkat Anda mendengar router. Itu satu syarat, bukan jaminan.

Apa yang sebenarnya diukur batang sinyal

Angka di baliknya disebut RSSI, dinyatakan dalam dBm dan selalu negatif. Semakin dekat ke nol, semakin kuat.

RSSIBatangKondisi
-30 sampai -50 dBmPenuhSangat baik
-50 sampai -60 dBmPenuhBaik
-60 sampai -70 dBm2–3Cukup
-70 sampai -80 dBm1–2Lemah
Di bawah -80 dBm1Hampir tidak terpakai

Perhatikan bahwa rentang -30 sampai -60 dBm semuanya ditampilkan sebagai batang penuh. Padahal selisih di dalamnya cukup besar. Ikon di layar terlalu kasar untuk membedakannya.

Lebih penting lagi: RSSI tidak mengukur gangguan. Perangkat bisa mendengar router dengan sangat jelas sekaligus mendengar sepuluh jaringan lain sama jelasnya. Di situlah masalah dimulai.

Yang lebih menentukan: SNR

SNR adalah selisih antara kekuatan sinyal yang Anda inginkan dan derau di sekitarnya. Analoginya percakapan di ruangan: suara lawan bicara bisa keras, tapi kalau ruangan penuh orang yang juga bicara keras, Anda tetap sulit menangkap kalimatnya.

SNR di atas 25 dB memungkinkan kecepatan tinggi. Di bawah 15 dB, perangkat mulai menurunkan kecepatan agar data tetap sampai. Di bawah 10 dB, koneksi menjadi tidak andal meski batang sinyal tetap penuh.

Sayangnya SNR jarang ditampilkan di antarmuka biasa. Aplikasi analisis Wi-Fi atau halaman status router kelas menengah biasanya menyediakannya.

Enam penyebab yang paling sering

1. Kanal berebut dengan tetangga

Di pita 2,4 GHz hanya ada tiga kanal yang tidak saling tumpang tindih. Bila lima belas jaringan di sekitar Anda memakai kanal yang sama, semuanya harus bergantian.

Ini penyebab nomor satu di apartemen dan perumahan padat. Perbaikannya: pindahkan perangkat ke 5 GHz, atau kunci 2,4 GHz ke kanal paling sepi di antara 1, 6, dan 11.

2. Terlalu banyak perangkat aktif

Wi-Fi bekerja bergiliran. Satu perangkat memancar, yang lain menunggu. Dua puluh perangkat aktif berarti setiap perangkat hanya mendapat sebagian kecil waktu.

Perangkat yang diam tidak banyak berpengaruh. Yang berpengaruh adalah yang benar-benar mengirim data: unduhan berjalan, video streaming, atau cadangan foto otomatis.

3. Satu perangkat lama menahan yang lain

Pada Wi-Fi generasi lama, perangkat yang hanya mampu kecepatan rendah memakai waktu udara lebih lama untuk mengirim jumlah data yang sama. Efeknya terasa oleh semua yang lain.

Kalau di rumah masih ada perangkat Wi-Fi yang sangat tua, memindahkannya ke jaringan 2,4 GHz terpisah bisa membantu perangkat baru bernapas di 5 GHz.

4. Gangguan dari perangkat non-Wi-Fi

Oven microwave memancar tepat di pita 2,4 GHz dan cukup kuat untuk melumpuhkan koneksi di sekitarnya selama dipakai. Telepon nirkabel lama, kamera analog, dan sebagian perangkat Bluetooth juga berkontribusi.

Cara memeriksanya sederhana: jalankan uji kecepatan saat microwave menyala, lalu bandingkan setelah dimatikan.

5. Batas dari layanan, bukan dari Wi-Fi

Kalau paket Anda 20 Mbps, tidak ada penataan Wi-Fi yang membuatnya menjadi 50 Mbps. Ini terdengar jelas, tapi cukup sering menjadi jawabannya.

Uji dengan kabel LAN untuk memastikan. Bila hasil dengan kabel juga sekitar 20 Mbps, Wi-Fi Anda baik-baik saja.

6. Masalah ada di situs atau layanan tujuan

Satu situs lambat sementara yang lain lancar berarti masalahnya bukan di rumah Anda. Server tujuan mungkin sedang sibuk, atau jalur ke sana sedang padat.

Cara memeriksa secara berurutan

Lima menit pemeriksaan ini biasanya cukup untuk menemukan arah.

  1. Uji dari perangkat lain. Bila hanya satu perangkat yang lambat, masalahnya di sana.
  2. Uji dengan kabel LAN. Ini memisahkan masalah Wi-Fi dari masalah layanan.
  3. Uji berdiri di sebelah router. Bila di sini cepat tapi di ruang lain lambat, masalahnya jangkauan.
  4. Uji saat rumah sepi. Bila tengah malam cepat tapi jam delapan malam lambat, masalahnya kepadatan — di rumah Anda atau di jaringan penyedia.
  5. Bandingkan 2,4 GHz dan 5 GHz. Selisih besar menunjukkan gangguan di pita yang lebih lambat.

Metode pengukuran yang benar dijelaskan di panduan uji kecepatan. Sebagian besar kesimpulan yang keliru berasal dari cara mengukur yang tidak konsisten.

Mencocokkan temuan dengan tindakan

TemuanTindakan
Cepat di dekat router, lambat di ruang lainPindahkan router, atau tambah access point
Lambat di mana pun, kabel juga lambatPeriksa paket berlangganan atau hubungi penyedia
Lambat hanya pada jam ramaiKepadatan kanal, atau kapasitas penyedia
2,4 GHz lambat, 5 GHz cepatPindahkan perangkat ke 5 GHz
Melambat saat ada yang mengunduhAktifkan Smart Queue Management di router
Hanya satu situs yang lambatBukan masalah jaringan Anda

Satu catatan soal angka

Angka "link speed" yang ditampilkan sistem operasi — misalnya 866 Mbps — bukan kecepatan internet Anda. Itu kecepatan teoretis antara perangkat dan router, sebelum dikurangi kebutuhan protokol, waktu tunggu giliran, dan kapasitas dari penyedia.

Kecepatan nyata biasanya 40–60 persen dari angka itu pada kondisi baik. Jadi link speed 866 Mbps yang menghasilkan 400 Mbps sebenarnya normal, bukan tanda masalah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa nilai RSSI yang bagus?

Di atas -50 dBm sangat baik, -50 sampai -60 dBm baik, -60 sampai -70 dBm cukup, dan di bawah -70 dBm mulai bermasalah. Angkanya negatif, jadi -45 lebih baik daripada -75.

Kenapa kecepatan turun saat orang lain memakai Wi-Fi yang sama?

Wi-Fi memakai udara secara bergantian, bukan bersamaan. Hanya satu perangkat yang bisa memancar pada satu waktu di satu kanal. Semakin banyak perangkat aktif, semakin sedikit giliran yang didapat masing-masing.

Apakah menambah access point pasti mempercepat?

Hanya bila masalahnya jangkauan. Bila masalahnya kepadatan kanal, menambah perangkat pemancar di kanal yang sama justru memperburuk. Pastikan dulu penyebabnya sebelum membeli perangkat tambahan.

Apa itu perangkat lambat menarik yang lain?

Wi-Fi lama menyesuaikan kecepatan dengan perangkat paling lambat yang sedang aktif. Satu perangkat lama yang hanya mampu 11 Mbps bisa menahan giliran cukup lama sehingga perangkat lain ikut terasa melambat. Wi-Fi 6 mengurangi efek ini lewat OFDMA.