Keluhan yang berulang di banyak kafe: Wi-Fi lancar saat sepi, lalu berantakan begitu ramai. Pemilik lalu menaikkan paket internet, dan hasilnya tidak berubah.
Ini menandakan hambatannya bukan pada bandwidth, melainkan pada perangkat yang melayaninya.
Mulai dari jumlah perangkat, bukan jumlah orang
Kesalahan perhitungan paling umum adalah menghitung kursi. Satu tamu jarang membawa satu perangkat.
| Jenis tamu | Perangkat aktif |
|---|---|
| Tamu makan singkat | 1 (ponsel) |
| Tamu bekerja | 2–3 (ponsel, laptop, kadang tablet) |
| Tamu dengan jam tangan pintar | +1 |
Tambahkan juga perangkat operasional yang sering terlupa: mesin kasir, printer struk, tablet pemesanan, mesin EDC, kamera pengawas, speaker musik, dan ponsel karyawan.
Kafe berkapasitas 40 kursi dengan setengah tamu bekerja mudah mencapai 70–80 perangkat aktif pada jam sibuk. Bandingkan dengan router rumahan yang dirancang untuk sekitar 20.
Menghitung jumlah access point
Dua patokan yang dipakai bersamaan, lalu ambil yang lebih besar:
- Menurut kepadatan: satu access point per 25–30 perangkat aktif
- Menurut luas: satu access point per 100–150 m² ruang terbuka
Untuk kafe 80 m² dengan 70 perangkat, patokan luas menyarankan satu unit, tapi patokan kepadatan menyarankan tiga. Ambil tiga.
Ruang bersekat mengubah perhitungan. Dinding bata memotong sinyal, jadi ruang 80 m² yang terbagi menjadi empat ruangan mungkin butuh access point di tiap ruangan meski total perangkatnya sedikit. Bahan yang menghalangi dibahas di panduan penempatan router.
Menghitung bandwidth
Di sini banyak orang berlebihan. Kebutuhan nyata jauh lebih kecil dari perkiraan intuitif, asalkan ada pembatasan per perangkat.
Perhitungan yang masuk akal:
- Perkirakan perangkat aktif pada jam sibuk. Anggap 70.
- Dari jumlah itu, biasanya hanya 20–30 persen benar-benar mengirim data pada saat bersamaan. Anggap 20 perangkat.
- Kalikan dengan kebutuhan per perangkat. Untuk browsing dan media sosial, 3 Mbps memadai. 20 × 3 = 60 Mbps.
- Tambahkan cadangan untuk operasional dan lonjakan. Bulatkan ke 100 Mbps.
Paket 100 Mbps sudah memadai untuk kafe 40 kursi, dengan syarat ada pembatasan per perangkat. Tanpa itu, satu orang yang mengunduh berkas besar bisa menghabiskan seluruh kapasitas berapa pun besarnya.
Kapasitas unggah lebih menentukan daripada yang disangka. Tamu yang melakukan panggilan video mengirim aliran video ke atas. Paket asimetris dengan unggah 10 Mbps akan cepat penuh bila ada empat orang rapat daring bersamaan.
Pembatasan yang perlu dipasang
| Pembatasan | Nilai yang wajar | Alasan |
|---|---|---|
| Kecepatan per perangkat | 5–10 Mbps | Cukup untuk streaming, mencegah satu orang menyedot semua |
| Jumlah perangkat per tamu | 2–3 | Menghindari penumpukan |
| Durasi sesi | 1–3 jam, atau tanpa batas | Bergantung model usaha |
| Kuota per sesi | Opsional | Mencegah unduhan besar |
Pembatasan kecepatan per perangkat adalah yang paling berpengaruh. Tanpa itu, semua perhitungan di atas tidak berlaku.
Pemisahan jaringan operasional
Mesin kasir, printer struk, dan kamera pengawas tidak boleh berada di jaringan yang sama dengan tamu. Alasannya bukan hanya keamanan, tapi juga kestabilan: jaringan tamu yang penuh tidak boleh membuat transaksi gagal diproses.
Pemisahan dilakukan lewat VLAN atau SSID terpisah dengan isolasi. Pembahasannya ada di panduan memisahkan jaringan tamu.
Perangkat kelas bisnis: apa bedanya
Selisih harga antara router rumahan dan access point kelas bisnis sering membuat pemilik usaha ragu. Yang dibayar sebenarnya bukan kecepatan, melainkan hal-hal berikut:
- Kapasitas klien. Dirancang untuk 50–100 perangkat per unit, bukan 20.
- Pengelolaan terpusat. Beberapa unit diatur dari satu panel, dan tamu berpindah antar-unit tanpa terputus.
- Airtime fairness. Perangkat lambat tidak menahan giliran perangkat lain terlalu lama.
- Power over Ethernet. Daya dan data lewat satu kabel, sehingga unit bisa dipasang di plafon tanpa stopkontak.
- Statistik pemakaian. Berguna untuk mengetahui jam sibuk dan pola kunjungan.
Dua contoh perhitungan
Kafe kecil, 25 kursi, 60 m², satu ruangan
- Perkiraan perangkat aktif: 35
- Access point: 2 unit
- Bandwidth: 50 Mbps, unggah minimal 20 Mbps
- Batas per perangkat: 5 Mbps
Restoran, 80 kursi, 200 m², dua lantai
- Perkiraan perangkat aktif: 120
- Access point: 4–5 unit, minimal dua per lantai
- Bandwidth: 150–200 Mbps
- Batas per perangkat: 8 Mbps
- VLAN terpisah untuk kasir dan CCTV
Memeriksa setelah terpasang
Jangan mengandalkan perasaan. Ukur pada jam sibuk, bukan saat sepi:
- Jalankan uji kecepatan dari beberapa titik di ruangan, termasuk sudut terjauh.
- Catat jumlah perangkat terhubung di panel pengelolaan.
- Perhatikan apakah ada tamu yang mengeluh, dan di meja mana.
Keluhan yang terpusat di satu area menunjukkan titik lemah cakupan. Keluhan yang merata pada jam tertentu menunjukkan kapasitas yang kurang. Dua temuan itu menuntut tindakan yang berbeda, dan mengukur adalah cara membedakannya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa bandwidth yang cukup untuk kafe berkapasitas 40 orang?
Sekitar 50–100 Mbps sudah memadai bila jaringan tamu dibatasi per perangkat. Angka besar tidak menolong bila satu orang bisa menghabiskan seluruhnya untuk mengunduh. Pembatasan per perangkat lebih menentukan daripada total bandwidth.
Kenapa router rumahan tidak cukup untuk kafe?
Bukan soal kecepatan, melainkan jumlah klien. Router rumahan dirancang untuk sekitar 20 perangkat. Di kafe, 40 tamu bisa membawa 70 perangkat termasuk jam tangan dan earbud. Router akan mulai menolak koneksi atau melambat drastis.
Berapa access point yang diperlukan?
Patokan kasarnya satu access point untuk setiap 25–30 perangkat aktif, atau setiap 100–150 meter persegi ruang terbuka. Ruang bersekat butuh lebih banyak karena sinyal terpotong dinding.
Apakah perlu membatasi durasi pemakaian?
Bergantung model usaha. Kafe dengan perputaran meja cepat sering membatasi sesi 1–2 jam agar tamu tidak berlama-lama. Kafe yang memang menargetkan pekerja lepas biasanya tidak membatasi, dan menganggapnya bagian dari daya tarik.